Internet Cepat? Yuk, intip Fiber Optik!
Pengiriman data cepat yang saat ini sedang
trend adalah Fiber Optik. Jika kamu sedang menggunakan internet dengan
kecepatan yang dahsyat, bisa dipastikan kemungkinan besar menggunakan Fiber
Optik.
Fiber Optik merupakan sebuah saluran transmisi data, terbuat dari helaian serat
kaca atau plastik yang sangat tipis dan halus menyerupai rambut manusia. Ukuran
setiap serat kaca berdiameter 9 sampai 100mikrometer.
Transmisi data tersebut terjadi karena Fiber Optik dapat mentransmisikan
gelombang cahaya, dan data data yang akan di transmisikan dititipkan pada
gelombang cahaya tersebut. Cahaya ini tidak keluar dari serat kaca karena index
bias kaca lebih besar dari index bias udara, juga mekanisme Fiber Optik itu
sendiri yang tidak membiarkan cahaya keluar.
Serat serat fiber optic memiliki daya pantul cahya yang sangat tinggi.
Sehingga tidak mudah terjadi atenuasi (pelemahan) gelombang cahaya ditengah –
tengah kabel.
1.
Core/Inti
Core/Inti merupakan bagian paling dalam dari kabel Fiber
Optik dan terbuat dari silicon. Core/Inti berguna untuk mentransmisikan
gelombang cahaya pada serat kaca.
2.
Cladding
Cladding merupakan lapisan pertama diluar core dan sama sama
terbuat dari silicon, namun komposisi bahan berbeda dengan core. Cladding
berfungsi sebagai pemandu gelombang cahaya yang merefleksikan cahaya – cahaya
tembbus kembali ke core. Fenomena ini disebut sebagai pemantulan internal total
(Total Internal Reflection.
3.
Coating/Buffer
Coating merupakan lapisan non-optik yang pertama, letaknya
diluar setelah cladding. Terdapat beberapa lapis polimer (biasanya plastic)
yang berfungsi melindungi lapisan cladding dan core yang terbuat dari serat
kaca. Coating akan menyerap goncangan dan getaran keras yang dapat merusak
lapian fiber di dalamnya sekaligus memberikan fleksibilitas pada kabel.
4.
Jacket
Jacket
merupakan pelindung terluar dari kabel fiber optik yang berfungsi sebagai
pelindung utama untuk kabel fiber optik secara keseluruhan.
Terdapat dua jenis fiber
optik, yaitu fiber optik single-mode dan multi-mode.
Perbedaan diantara keduanya mencakup :
- caranya dalam mentransmisikan cahaya pada core
- cahaya yang dapat digunakan
- besar diameternya
Perbedaan diantara keduanya mencakup :
- caranya dalam mentransmisikan cahaya pada core
- cahaya yang dapat digunakan
- besar diameternya
1. Single-Mode
Fiber
Single mode fiber adalah jenis fiber optik yang memiliki diameter core yang paling sempit. Besar corenya sekitar 9 mikrometer. Fiber optik dengan single-mode harus menggunakan cahaya infrared laser yang beroperasi pada panjang gelombang 1310 dan 1510 Nanometer. Karena salurannya sangat kecil, hanya satu pancaran cahaya yang dapat lewat di dalamnya. Pancaran cahaya dapat menjangkau jarak yang sangat jauh, bisa mencapai 50 kali jarak maximum multi-mode fiber. Harganya lebih mahal, dan masa pakainya tidak lama.
Single mode fiber adalah jenis fiber optik yang memiliki diameter core yang paling sempit. Besar corenya sekitar 9 mikrometer. Fiber optik dengan single-mode harus menggunakan cahaya infrared laser yang beroperasi pada panjang gelombang 1310 dan 1510 Nanometer. Karena salurannya sangat kecil, hanya satu pancaran cahaya yang dapat lewat di dalamnya. Pancaran cahaya dapat menjangkau jarak yang sangat jauh, bisa mencapai 50 kali jarak maximum multi-mode fiber. Harganya lebih mahal, dan masa pakainya tidak lama.
2. Multi-Mode
Fiber
Multi mode fiber adalah jenis fiber optik yang memiliki diameter core yang besar, jauh lebih besar dari single-mode fiber. Diameter corenya mulai dari 50 sampai 100 micrometer. Multi-mode dapat menampung lebih dari satu pancaran cahaya. Cahaya memancar di dalam core dengan memantul pada dinding-dinding core. Sehingga fiber jenis ini memiliki tingkat atenuasi cahaya yang lebih tinggi. Terdapat efek “Modal Dispersion” pada multi-mode, dimana beberapa pancaran cahaya akan sampai pada receiver / penerima dengan waktu yang tidak sinkron satu sama lain. Fenomena ini dapat mempengaruhi bandwidth, dimana bandwidthnya menjadi sangat terbatas dan kecil. Tapi sekarang ini sudah banyak dibuat multi-mode fiber yang dapat menekan efek modal dispersion, sehingga dapat mencapai bandwidth yang sangat besar. Multi-mode tidak terlalu cocok digunakan untuk aplikasi jarak yang sangat jauh. Fiber optik jenis ini dapat menggunakan cahaya dari LED (Light Emitting Diodes) atau cahaya yang beroperasi pada panjang gelombang 850 dan 1300 Nanometer. Harganya lebih murah dan lebih awet.
Berikut merupakan tabel perbedaan yang lebih jelas tentang single-mode dan multi-mode.
Multi mode fiber adalah jenis fiber optik yang memiliki diameter core yang besar, jauh lebih besar dari single-mode fiber. Diameter corenya mulai dari 50 sampai 100 micrometer. Multi-mode dapat menampung lebih dari satu pancaran cahaya. Cahaya memancar di dalam core dengan memantul pada dinding-dinding core. Sehingga fiber jenis ini memiliki tingkat atenuasi cahaya yang lebih tinggi. Terdapat efek “Modal Dispersion” pada multi-mode, dimana beberapa pancaran cahaya akan sampai pada receiver / penerima dengan waktu yang tidak sinkron satu sama lain. Fenomena ini dapat mempengaruhi bandwidth, dimana bandwidthnya menjadi sangat terbatas dan kecil. Tapi sekarang ini sudah banyak dibuat multi-mode fiber yang dapat menekan efek modal dispersion, sehingga dapat mencapai bandwidth yang sangat besar. Multi-mode tidak terlalu cocok digunakan untuk aplikasi jarak yang sangat jauh. Fiber optik jenis ini dapat menggunakan cahaya dari LED (Light Emitting Diodes) atau cahaya yang beroperasi pada panjang gelombang 850 dan 1300 Nanometer. Harganya lebih murah dan lebih awet.
Berikut merupakan tabel perbedaan yang lebih jelas tentang single-mode dan multi-mode.
Cara Kerja Fiber Optik
Prinsip dasar fiber
optik adalah mentransmisikan pancaran cahaya yang merambat di dalamnya. Prinsip
ini berlaku pada semua fiber optik. Yang berbeda adalah cara perambatannya.
Pada fiber optik single-mode, cahaya tidak memantul pada dinding-dinding core.
Hanya berjalan lurus dan hanya ada satu pancaran cahaya. Sedangkan
pada multi-mode cahaya memantul-mantul pada dinding core, dan ada beberapa
pancaran cahaya yang memantul-mantul
Ketika
cahaya memancar pada suatu permukaan dengan sudut yang tajam (dibawah 42⁰), maka cahaya tersebut
akan terpantulkan. Seakan-akan kaca tersebut adalah sebuah cermin. Hasilnya
akan berbeda kalau sinar tersebut datang dari sudut 90⁰, dimana sinarnya akan
tembus langsung keluar kaca.
Data
anda dalam bentuk sinyal elektrik atau digital diubah menjadi
sinyal-sinyal cahaya. Proses ini terjadi pada komponen jaringan fiber optik
yang bernama “optical transmitter”.
Setelah
sampai pada tujuan, terdapat sebuah sensor “fotodioda” yang mengubah sinyal
cahaya kembali menjadi sinyal digital dan elektrik yang dapat dibaca komputer
anda.
Aplikasi
Fiber Optik Pada Kehidupan Manusia
Fiber optik
ini ternyata tidak hanya dimanfaatkan untuk perusahaan telekomunikasi saja. Sistem kerja fiber optik ini pun dapat dimanfaatkan untuk
bidang kesehatan, pertelevisian dan lainnya. Seperti berikut :
1.
Internetan
Internet sudah sangat umum di Indonesia, fiber optik mendapatkan ketenarannya di Indonesia karena aplikasinya pada koneksi internet. Terkenal sangat cepat, tidak ada interferensi sinyal, dan bandwidth yang luar biasa besar.
Internet sudah sangat umum di Indonesia, fiber optik mendapatkan ketenarannya di Indonesia karena aplikasinya pada koneksi internet. Terkenal sangat cepat, tidak ada interferensi sinyal, dan bandwidth yang luar biasa besar.
2.
LAN (Local Area Network)
Kapasitas Fiber optik yang besar dapat dimanfatkan untuk aplikasi LAN yang lebih efektif dan dapat diandalkan. Untuk instansi, kantor, rumah sakit ataupun lembaga pendidikan.
Kapasitas Fiber optik yang besar dapat dimanfatkan untuk aplikasi LAN yang lebih efektif dan dapat diandalkan. Untuk instansi, kantor, rumah sakit ataupun lembaga pendidikan.
3.
Telepon : Fiber optik dapat digunakan untuk telepon kabel karena jaringannya
memiliki kecepatan yang luar biasa dan bandwidth yang besar. Sehingga dapat
menghasilkan telepon yang mulus tanpa gangguan. Bahkan sebuah sumber mengatakan
bahwa sebuah kabel fiber optik dapat menambung sampai seratus ribu telepon
sekaligus.
4.
Kedokteran : Dalam bidang kesehatan, fiber optik dimanfaatkan sebagai
kamera micro yang dapat melihat organ-organ bagian dalam tubuh manusia tanpa
melakukan operasi bedah. Alat ini disebut Gastroscope. Peranan fiber optik pada
dunia kedokteran berkembang lebih besar. Dimana fiber optik juga dimanfaatkan
sebagai alat diagnosis & scanning kesehatan.
5.
Kamera Digital Sederhana : Fiber optik dimanfaatkan untuk memantau
kondisi sistem mekanikal kereta api, pesawat, dan lain-lain. Dimana sangat
sulit menemukan kerusakan-kerusakan yang terjadi tanpa adanya kamera fiber
optik.
6.
TV Broadcast : Sekarang banyak juga paket internet yang dikemas
sekaligus dengan paket TV kabel. Makanya ngga heran kalau sekarang ini besar
kemungkinan anda nonton TV menggunakan kabel fiber optik. Ini berarti siaran
anda akan mengalami peningkatan kualitas dari segi suara dan gambar.
7.
Militer : Militer memerlukan sesuatu yang aman dari pihak-pihak yang
ingin mencuri informasi. Kebetulan fiber optik adalah jaringan yang tidak
membawa sinyal elektrik yang mudah dibajak, atau gelombang elektromagnetik yang
dapat terdeteksi dengan mudah, dan kapasitas dan kecepatan yang luar biasa.
Sehingga kabel fiber optik cocok digunakan untuk digunakan sebagai saranan
komunikasi militer.
Kelebihan
dan Kekurangan Kabel Fiber Optik
Emang
sih, fiber optik itu sepertinya tidak mempunyai kelemahan, cuma kelebihan aja.
Disini saya mencoba menjabarkan kelemahannya yang rasanya anda tidak tau. Oke?
Saya mulai dari kelebihannya.
Kelebihan
Fiber Optik
1.
Laju data dan kecepatan operasi fiber optik sangat tinggi mencapai 1000 mbps
(mega byte per second) dimana kecepatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan
kabel jaringan twisted pair atau coaxial.
2.
Kabel fiber optik mampu mengirimkan sinyal lebih jauh dibanding kabel jaringan
lainnya, bahkan tanpa penguat jaringan pun, sinyal dapat dikirimkan untuk jarak
yang jauh.
3.
Material kabel fiber optik lebih awet dan dapat bertahan dari berbagai
kemungkinan – kemungkinan kerusakan akibat kondisi lingkungan seperti panas
ataupun kelembaban udara. Sehingga untuk biaya perawatan menjadi lebih sedikit.
4.
Kabel fiber optik kuat terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari
sekitar kabel. Karena tidak membawa arus listrik sama sekali, fiber optik kebal
terhadap efek interferensi elektromagnetik.
5.
Bandwith kabel fiber optik tergolong memiliki kapasitas yang besar yaitu
sekitar 1 GB per second. Hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan internet dan
telepon untuk memberikan bandwidth yang tinggi dengan kualitas yang sangat
baik.
6.
Lebih tinggi keamanannya. Kabel fiber optik minim distorsi sehingga
kemungkinan penyadapan lebih kecil. Sehingga kabel fiber optik cocok sekali
digunakan untuk telekomunikasi yang memerlukan keamanan yang lebih tinggi.
Selain itu, karena tidak memancarkan energi elektromagnetik, penyadapan hampir
tidak mungkin dilakukan.
7.
Kabel fiber optik tidak mudah terbakar karena material penyusunnya adalah serat
kaca dan bukan merupakan konduktor. Tidak ada bahaya percikan api seperti pada
kabel listrik. Percikan api dapat menjadi ancaman yang sangat berbahaya,
terutama pada pabrik-pabrik kimia.
8.
Proses instalasi kabel fiber optik menjadi lebih mudah karena lebih fleksibel
dan ukurannya pun sangat kecil. Dapat di instalasi diberbagai tempat baik
itu didalam gedung, dibawah tanah bahkan di air sekalipun. Karena bentuknya
yang lebih kecil dan sangat fleksibel.
Kekurangan
Fiber Optik
Dari
sekian banyak kelebihan – kelebihan fiber optik tersebut ternyata, teknologi ini
masih memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini kekurangan dari fiber optik.
1.
Proses instalasi kabel optik terbilang mahal dibandingkan dengan kabel jaringan
lainnya karena material dan proses instalasinya. Saat proses instalasi fiber
optik, diperlukan beberapa alat khusus dan perangkat elektronik yang sangat
mahal. Sehingga memang untuk menginstalasi jaringan fiber optik ini dibutuhkan
biaya yang besar.
2.
Karena proses instalasi nya menggunakan alat khusus, jika terjadi kerusakan pun
harus diperbaiki dengan teknisi yang mengerti dalam mengoperasikan alat
tersebut. Sehingga akan menambah biaya pemasangan.
3.
Masih terdapat kemungkinan loss data, karena adanya atenuasi gelombang cahaya
pada jarak yang sangat jauh. Sehingga dibutuhkan repeater untuk mengurangi
atenuasi.
4.
Dalam pengoperasiannya, fiber optik membutuhkan sumber cahaya yang benar-benar kuat
untuk mentransmisikan data dengan baik. Juga harus diinstalasi pada jalur
yang berbelok atau memiliki sudut dan melengkung. Sehingga gelombang cahaya
dapat berlalu lalang dengan lancar.




Comments
Post a Comment